Menjaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini, Lakukan 5 Hal Ini

Oleh karena itu, meskipun nanti akan tanggal dan digantikan dengan gigi permamen, gigi bayi tetap perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. Saat membeli sikat gigi, biarkan mereka memilih sendiri model sikat dan pasta gigi yang disukainya agar anak menjadi lebih semangat untuk menggunakan barang yang dipilihnya sendiri. Mama dapat mengakalinya dengan memutar lagu kesukaannya saat menggosok gigi. Pilihlah lagu yang setidaknya mempunyai durasi 2 menit, agar anak bisa memperkirakan waktu 2 menit dan dapat sikat gigi dengan menyenangkan.

Cara menjaga kebersihan gigi anak

Selain itu apabila ada karies, akan terdeteksi lebih awal dan perawatannya tidak sekompleks jika lubangnya sudah dalam. Sikap adalah kesiapan individu untuk bertindak sesuai dengan perasaan dan pikirannya berdasarkan pengetahuan dan nilai-nilai yang diyakini. Sehingga sikap bisa dipelajari, tidak dibawa sejak lahir, tidak diselesaikan saat itu, dan sikap dapat berubah.

Sikatlah dengan lembut bagian dalam dan luar gigi serta permukaan lidahnya, untuk mengusir bakteri penyebab bau mulut. Pada bayi yang belum memiliki gigi, Anda tetap harus merawat gusinya terlebih dahulu agar tidak terjadi infeksi jamur. Orang tua sering kali dipusingkan dengan anak-anak yang melanggar aturan. Akan tetapi, jarang yang meneliti apakah hal tersebut didapatkan dari orang tua sendiri.

Tidak hanya membersihkan sisa makanan dan bakteri, namun juga membantu menciptakan kebiasaan menyikat gigi pada pagi dan malam hari untuk anak anak. Ibu sebaiknya melarang si Kecil minum susu dengan botol dalam posisi tiduran. Ibu juga sebaiknya tidak membiasakan si Kecil melakukan kebiasaan hisap jari atau dot . Hindari makanan manis dengan tekstur yang lengket karena bila tertinggal dalam gigi akan menghasilkan bakteri. Periksalah gigi si Kecil secara rutin setiap 3-6 bulan sekali ke dokter gigi atau perawatan gigi.

Tapi, untuk anak-anak gunakan air matang agar tetap terjaga dan aman bagi mereka, ya. Dengan begitu, anak akan terbiasa karena mereka adalah peniru yang ulung. Air liur tidak hanya melawan asam, seperti yang disebutkan di atas, tetapi juga membantu pencernaan, membantu memerangi kuman, dan bahkan memiliki peran dalam melindungi gigi dari pembusukan.

Hal ini sangat efektif dalam mencegah terjadinya pembusukan pada permukaan gigi. Menggosok gigi setiap hari sangat berperan untuk mencegah terbentuknya karies di bagian tepi gigi dan flossing dilakukan di sela-sela gigi yang tidak dapat dicapai oleh sikat gigi. Namun, tidak hanya menggosok gigi, menggunakan mouthwash khusus untuk anak juga diperlukan untuk membantu si Kecil memiliki gigi dan mulut yang bersih secara menyeluruh. Memberikan 3x Perlindungan yaitu membantu memperkuat gigi, mencegah gigi berlubang dan nafas lebih segar.

Anggi menyarankan, sikat gigi yang digunakan sebaiknya pilih yang berbulu halus agar tidak membuat gusi sakit. Kehadiran oangtua tentu sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus saat mereka akan menyikat gigi. Selain sikat gigi, Anda juga harus memilih kandungan pasta gigi yang benar. Ahli menyarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride yang mampu melindungi gigi dari kerusakan dengan membasmi bakteri dan melindungi gigi.

Sehingga menjadikannya bakteri dan menimbulkan kerusakan pada lapisan gigi. American Dental Association merekomendasikan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride pada sikat gigi untuk bayi dan balita berumur kurang dari 3 tahun. Anak-anak usia 3-6 tahun setidaknya menggunakan pasta gigi berfluorida seukuran kacang polong setiap kali menyikat gigi. Orang tua juga diwajibkan untuk membawa anak ke dokter gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali. Makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi seperti permen, makanan dan minuman manis, dapat memproduksi zat asam dalam rongga mulut sehingga pembentukan plak tidak bisa dihindari. Sedangkan makanan dan minuman dengan kandungan asam yang tinggi seperti makanan asam, minuman berkarbonasi dan soda dapat membuat lapisan enamel gigi menjadi rusak.

Letakkanlah bulu sikat di daerah batas gusi dan gigi, lalu lakukan gerakan memutar mulai dari sisi belakang kiri sampai ke sisi belakang kanan. Lanjutkan dengan menyikat permukaan dalam gigi (yang menghadap langit-langit dan lidah) atas dan bawah dengan gerakan maju mundur. Bila Ibu membersihkan gigi si Kecil dengan baik dan benar maka giginya akan tumbuh kuat. Ibu bisa ajari si Kecil menggosok gigi sendiri secara teratur selama 2 menit. Ibu sebaiknya mendampingi si Kecil saat dia menggosok gigi hingga usia 8 tahun.

Universitas of Rochester Medical Center merekomendasikan agar kita rutin memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali. Apabila Bunda mengabaikan rekomendasi tersebut karena tampilan gigi Sbaik-baik saja maka Si Kecil berisiko mengalami karies. Selain rajin membersihkan gigi si kecil, pemberian makanan dan minuman yang tepat juga sangat penting untuk menjaga kesehatan giginya. Hindari memberikan jus dalam kemasan, minuman bersoda, serta minuman manis lainnya pada si kecil.